Kerja yang Baik Terbangun dari Suasana Kerja yang Baik Pula

Suasana kerja adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar kinerja semakin baik. Berkenaan dengan itu, perusahaan biasanya mengkombinasikan warna-warna cerah, mendesain tempat kerja dengan tema-tema tertentu, memanjakan karyawan dengan berbagai fasilitas pendukung dan hiburan. Pemberian berbagai furniture atau desain-desain property yang unik didalam kantor diharapkan dapat membangun kesan yang diinginkan, baik itu santai atau informal. Semua itu dimaksudkan untuk menimbulkan kenyamanan dan mencegah stress dalam bekerja. Suasana nyaman juga dapat meningkatkan kreatifitas sehingga produktivitas karyawan pun dapat meningkat.

Mom dapat menerapkan hal ini ketika mendesain tata ruang belajar dan bermain anak di rumah agar lebih santai namun tetap memperhatikan produktivitas belajar si Kecil. Ruangan yang bersih dan sirkulasi udara yang baik merupakan salah satu syarat kenyamanan sebuah ruang belajar. Jangan lupa perhatikan juga penerangannya. Terlalu gelap akan membuat cepat mengantuk dan kurang baik untuk kesehtan mata. Sebaliknya, terlalu terang akan membuat si Kecil gerah dan tidak santai. Ternyata menciptakan lingkungan dan suasana kerja nyaman tidak mudah ya, Mom! Suasana kerja yang sempurna memang memang membutuhkan proses dan pemeliharaan terus menerus, terlebih kebutuhan si Kecil akan selalu berubah seiring dengan bertambahnya usia. Mom bisa mempertimbangkan beberapa tips dari design kamar bermain anak dari Imania Design. Perhatikan juga masukan dari si Kecil, ya Mom! Karena justru merekalah yang paling mengerti apa yang mereka butuhkan.

Nah, bicara tentang suasana kerja, agar lebih melekat di otak anak, yuk kenalkan suasana kerja beberapa profesi kepada si kecil melalui permainan berikut ini! Ceritakan pula tugas dari masing-masing profesi berikut dan sampaikan bahwa suasana kerja yang dibangun seperti gedung dan fasilitas lainnya dapat mendukung seseorang bekerja lebih baik. Yuk, kita mulai Mom!

1. Unduh dan mencetak lembar aktivitas yang tersedia.

Mom bisa mengunduh lembar aktivitas dalam versi resolusi tinggi di sini. Cetak pada kerta ukuran A4. Gunakanlah kertas yang agak tebal (minimal kertas gambar/Manila 150gr) untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal pada saat bermain dan lebih tahan lama. Tips lainnya, Mom bisa menempelkan lembar aktivitas ke atas karton bekas kotak susu atau sereal sebelum mengguntingnya.

Polisi dapat bekerja dengan baik dengan suasana kerja yang mendukung.
Seorang petani bekerja di suasana kerja yang menyenangkan.
Lembar aktivitas suasana kerja seorang pemadam kebakaran.

2. Gunting tiap bagian.

Guntinglah setiap bagian sesuai dengan profesinya! Guntinglah menurut petunjuk yaitu garis titik-titik yang mengelilingi bagian-bagian tersebut.

Continue reading “Kerja yang Baik Terbangun dari Suasana Kerja yang Baik Pula”

Kebakaran! Inilah yang Harus si Kecil Tahu

“Kebakaran!”

“Kebakaran!”

Teriakan ini seringkali kita dengar sebagai peringatan untuk menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran. Kebakaran merupakan bencana yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba dan tak terpikirkan oleh manusia karena itu perlu sikap siap siaga untuk menghadapinya. Meskipun ada pemadam kebakaran yang siap dihubungi dua puluh empat (24) jam, tetap saja kita harus selalu berhati-hati agar kebakaran tidak terjadi di rumah maupun lingkungan sekitar karena si jago merah bisa membahayakan jiwa.

Kasus kebakaran terus meningkat dari tahun ke tahun terutama di ibukota Jakarta. Seperti di lansir CNN Indonesiaperistiwa kebakaran di Jakarta tergolong paling tinggi bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Tercatat, kasus kebakaran di Ibukota dari Januari hingga Agustus 2017 mencapai 496 kali dengan korban jiwa 33 orang meninggal dunia, 66 orang luka, dan 1.017 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Faktor penyebab kebakaran bisa beragam seperti human eror, seperti lalai meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, membuan puntung rokok yang masi berasap, pembakaran sampah yang tidak memperhatikan keamanan lingkungan sekitar, atau terjadi korsleting listrik. Tidak tertutup kemungkinan jika kebakaran bisa saja diakibatkan oleh ulah si kecil yang sedang bermain api. Oleh karena itu, Mom sebagai orang tua sebaiknya memberikan pengertian dini tentang bahaya bermain api terlebih tanpa pengawasan orang tua walaupun tentu saja tidak meninggalkan manfaatnya. Tegaskan bahwa penggunaan api secara tepat akan bermanfaat, demikian juga sebaliknya, bermain api dapat berakibat fatal terhadap keselamatan nyawa si kecil dan orang lain. Perhatikan si kecil saat secara sengaja atau tidak sengaja melakukan kontak langsung dengan api!

Mom juga dapat menceritakan kepada si kecil tentang profesi pemadam kebakaran yang siap siaga memberikan pertolongan ketika terjadi kebakaran. Pemadam kebakaran dengan sigap akan memadamkan api dan mengevakuasi para korban yang terperangkap api dalam gedung yang sedang dilalap oleh si jago merah. Beri tahulah si kecil jika terjadi kebakaran dan sedang tidak bersama dengan Mom, agar selalu tetap waspada dan menghubungi nomor telepon darurat 113 untuk memanggil sang pemadam kebakaran, seperti yang pernah SahabatCeri bagikan di blog berjudul “Nomor Penting untuk Si Kecil Part 1 – Menghubungi Nomor Telepon”.

113 adalah nomor telepon darurat untuk memanggil pemadam kebakaran.

Nah, supaya si Kecil mudah memahami dan mengingat informasi di atas, yuk, lakukan aktivitas permainan pemadam kebakaran bersama si kecil berikut ini! Bermain sambil bercerita pasti seru kan, Mom! Mari mulai menyiapkan beberapa peralatan di bawah ini:

  • Gelas plastik
  • Cat/spidol warna merah dan kuning
  • Bola
Siapkan alat dan bahan seperti pada gambar di atas.

Setelah semua peralatan lengkap, ikuti tata cara dan urutan bermain pemadam kebakaran berikut ini:

1. Warnai gelas plastik dengan spidol warna merah dan kuning supaya menyerupai bara api!
Awali dengan mewarnai gelas menyerupai api

Continue reading “Kebakaran! Inilah yang Harus si Kecil Tahu”

Bahasa Asing untuk Balita? Kenapa Tidak?

Komunikasi adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang dalam kehidupannya. Berkomunikasi membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik sehingga tidak menimbulkan suasana canggung atau kesalahpahaman bahkan tidak memahami isi pembicaraan dengan orang lain. Bahasa juga merupakan sarana penting untuk berkomunikasi dengan orang-orang di berbagai belahan dunia. Kemampuan berbahasa juga memberikan kesempatan untuk berempati satu sama lain sehingga sangat baik bagi setiap pribadi untuk mempelajari beberapa bahasa.

Dalam buku The Bilingual Advantage karangan Ellen Bialystok, dituliskan bahwa belajar banyak bahasa dapat meningkatkan fungsi otak yang dapat membantu otak dalam memecahkan masalah dan melakukan beberapa tugas bersamaan. Belajar bahasa asing juga bisa mengajarkan toleransi serta membuat seseorang memahami perbedaan budaya dan sudut pandang orang lain. Sebuah studi yang dilakukan oleh dua psikolog, yakni Paula Rubio-Fernandez dan Sam Glucksber di Princeton University, mengungkapkan bahwa seseorang yang bisa berbahasa asing pada umumnya memiliki ego yang lebih rendah dan toleransi yang lebih tinggi daripada yang tidak bisa.

Oleh karena berbagai hal postif di atas, Mom rasanya cukup perlu untuk mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak. Hal ini sejalan lurus dengan pernyataan Dr. Yvonne Freeman, seorang profesor Bilingual Education dari Amerika. Beliau  menyatakan bahwa mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak adalah hal yang penting.  Mengingat usia anak merupakan periode emas otak, dimana anak bisa menyerap dan mengingat banyak hal dan kemampuan termasuk kemampuan berbahasa, si Kecil lebih mudah mempelajari bahasa asing daripada kita orang dewasa. 

Mendengarkan radio atau televisi dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan bahasa asing.

Di samping itu, mempelajari bahasa asing terbukti menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak yaitu dapat merangsang kreativitas si kecil , bahkan bisa meningkatkan aktivitas neuron di otaknya sehingga ia lebih mampu berkonsentrasi ketimbang mereka yang hanya mampu berkomunikasi melalui satu bahasa. Nah, bagaimanan caranya ya, yang paling efektif dan mudah bagi si kecil supaya ia dapat mempelajari bahasa asing? Berikut beberapa cara yang bisa Mom coba:

1. Berikan input audio yang memadai pada usia emas si kecil.

Saat si kecil berusia 2-6tahun, mereka bisa mempelajari sekitar 10 kata baru tiap harinya. Mom bisa ajak si kecil bernyanyi atau membaca. Anak-anak, khususnya di usia 2-3 tahun, tidak hanya mampu menangkap pola kalimat yang pernah didengarnya sejak lahir, namun ia juga sedang merekam dan menyimpan untuk meningkatkan jumlah kosa-katanya.

Continue reading “Bahasa Asing untuk Balita? Kenapa Tidak?”

Berburu Harta Karun di Pasar

Belanja atau shopping adalah aktivitas yang disukai oleh kebanyakan orang. Mungkin Mom juga gemar berbelanja untuk membeli barang-barang kebutuhan. Datang ke berbagai toko dan memilah serta memilih barang terbaik adalah bagian dari aktivitas belanja. Meski sekarang belanja tak melulu harus pergi ke toko. Saat ini telah berkembang online shopping sebagai alternatif cara belanja bagi kita.

Treasure Hunt adalah atau berburu harta karun merupakan salah satu model pembelajaran untuk si Kecil yang menarik di samping efektif melatih ketelitian dan ketangkasan anak. Pelaksanaan metode ini memungkinkan Mom mengkolaborasikan belanja dengan permainan edukatif yang menyenangkan. Si kecil dapat belajar melalui aktivitas permainan shopping treasure hunt yang dilakukan oleh Mom bersama si kecil di tempat perbelanjaan. Selain bermanfaat bagi sikecil, kegiatan ini juga dapat membantu Mom untuk mengawasi si kecil. Permainannya mudah sekali Mom, sebelum memulainya ada baiknya Mom perhatikan beberapa aturan sederhana ini:

Treasure hunt menjadi kegiatan menarik untuk anak.

Continue reading “Berburu Harta Karun di Pasar”

Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 3

Berdasarkan riset yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia, 80 persen dari 88,1 juta orang pengguna internet di Indonesia pada 2015 merupakan generasi digital. Berkenaan degan hal itu, setelah membahas Panduan Dunia Digital Untuk Si Kecil Part 1 & 2 (link), SahabatCeri akan membahas panduan digital untuk si kecil yang berusia 8-12 tahun.

Si kecil yang hidup di dunia digital memiliki ciri-ciri seperti senang membuat identitas diri di media sosial facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Selain itu generasi ini juga tidak menutup privasi, lebih terbuka, cenderung suka blak-blakan, berpikir lebih agresif, terkenal dengan kebebasan berekspresi yang tidak suka di atur atau di kekang serta memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya karena segala informasi ada di ujung jari mereka.

Siapkah Anda melepas si Kecil mengakses dunia tanpa batas?

Anak-anak Mom yang sudah memasuki usia 8-12 tahun termasuk bagian dari generasi digital ini, membuat Mom harus memberikan panduan agar anak-anak tidak salah jalan. Mereka butuh penanganan yang berbeda saat mereka berinteraksi dengan media digital. Berikut adalah panduannya Mom:

Continue reading “Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 3”

Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 2

Masih ingatkah dengan postingan SahabatCeri Sebelumnya? 

Ya, tentang panduan bagi orang tua yang membesarkan anak-anak di dunia serba digital.

Jika beberapa hari yang lalu SahabatCeri sudah menginformasikan panduan penggunaan perangkat digital bagi si kecil yang berusia 1-3 tahun, maka kali ini CERI akan menginformasikan panduan yang tepat bagi si kecil yang berusia 4-6 tahun. Berikut uraiannya:

Pendekatan karakter positif bisa dijadikan cara efektif untuk anak usia 4-6 tahun
1. Membuat kesepakatan tentang penggunaan media digital. Hargai ketika si kecilberhasil mengikuti kesepakatan yang dibuat.

Melalui hal ini, Mom juga akan mengajarkan si kecil kedisiplinan, tanggungjawab, kewajiban dan hak. Ini akan menjadi bekal moral yang baik untuk si kecil di esok hari. Jangan segan memberikan apresiasi ketika si kecil mematuhi aturan atau hukuman yang edukatif ketika ia melanggar peraturan. Komunikasi yang baik antara si kecil dan Mom menjadi senjata paling ampuh ketika membuat kesepakatan penggunaan media digital. Percayalah Mom, jika dikomunikasi dengan baik pasti tercipta kesatuan hati untuk penggunaan teknologi. Sebagai contoh Mom dapat membuat perjanjian penggunaan gadget seperti artikel dari Rumah Inspirasi.

Continue reading “Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 2”

Bermain Menalikan Tali Sepatu

Menalikan tali sepatu mungkin adalah hal yang mudah bagi orang dewasa namun tidaklah demikian bagi anak berumur 5-7 tahun. Anak-anak kerap kali kesulitan untuk memasang tali sepatunya ketika ia akan berangkat ke sekolah atau bepergian. Alhasil, kadangkala Mom memilih membelikan si kecil sepatu tanpa tali, padahal keterampilan mengikat tali, salah satunya tali sepatu adalah kegiatan yang berguna untuk melatih kemampuan motorik halusnya dan kemampuan survival di kehiduapannya kelak. Berkaca dari hal tersebut, menjadi penting untuk Mom mengenalkan aktivitas praktis dalam kehidupan sehari-hari yaitu menalikan tali sepatu pada si kecil.

Suatu saat kemampuan menalikan tali sepatu berguna ketika si kecil harus mengikat tali sepatunya sendiri atau ingin membuat simpul. Jika sudah terbiasa bermain menalikan tali sepatu, niscaya si kecil mampu mengikatkan tali sepatunya sendiri. Untuk memudahkan si kecil, mari kita belajar bersama-sama menalikan sepatu-sepatu mungil gemas ini.

Pola Sepatu 1 – Bermain edukasi anak menalikan sepatu

Continue reading “Bermain Menalikan Tali Sepatu”