Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 2

Masih ingatkah dengan postingan SahabatCeri Sebelumnya? 

Ya, tentang panduan bagi orang tua yang membesarkan anak-anak di dunia serba digital.

Jika beberapa hari yang lalu SahabatCeri sudah menginformasikan panduan penggunaan perangkat digital bagi si kecil yang berusia 1-3 tahun, maka kali ini CERI akan menginformasikan panduan yang tepat bagi si kecil yang berusia 4-6 tahun. Berikut uraiannya:

Pendekatan karakter positif bisa dijadikan cara efektif untuk anak usia 4-6 tahun
1. Membuat kesepakatan tentang penggunaan media digital. Hargai ketika si kecilberhasil mengikuti kesepakatan yang dibuat.

Melalui hal ini, Mom juga akan mengajarkan si kecil kedisiplinan, tanggungjawab, kewajiban dan hak. Ini akan menjadi bekal moral yang baik untuk si kecil di esok hari. Jangan segan memberikan apresiasi ketika si kecil mematuhi aturan atau hukuman yang edukatif ketika ia melanggar peraturan. Komunikasi yang baik antara si kecil dan Mom menjadi senjata paling ampuh ketika membuat kesepakatan penggunaan media digital. Percayalah Mom, jika dikomunikasi dengan baik pasti tercipta kesatuan hati untuk penggunaan teknologi. Sebagai contoh Mom dapat membuat perjanjian penggunaan gadget seperti artikel dari Rumah Inspirasi.

Continue reading “Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 2”

Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 1

Perkembangan dunia digital yang semakin meluas, sedikit banyak pasti berimbas padaperkembangan anak-anak sebagai generasi digital atau digital natives.Generasi digital adalah mereka yang tumbuh dalam kemudahan akses informasi digital dan teknologi informasi. Generasi ini sering terkena dampak negatif akibat pola penggunaan teknologi yang salah. Beberapa dampak negatif dunia digital terhadap anak-anak misalnya kehilangan kesempatan bersosialisasi, terpapar perilaku asosial, amoral, serta bertambahnya sikap agresif yang kurang baik.

Siapkah anak Anda hidup di dunia digital?

Nah, untuk mengurangi dampak negatif dari dunia digital terhadap perkembangan si kecil ada beberapa hal yang harus Mom perhatikan untuk si kecil yang berusia 1-3 tahun: Continue reading “Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 1”

Bermain Menalikan Tali Sepatu

Menalikan tali sepatu mungkin adalah hal yang mudah bagi orang dewasa namun tidaklah demikian bagi anak berumur 5-7 tahun. Anak-anak kerap kali kesulitan untuk memasang tali sepatunya ketika ia akan berangkat ke sekolah atau bepergian. Alhasil, kadangkala Mom memilih membelikan si kecil sepatu tanpa tali, padahal keterampilan mengikat tali, salah satunya tali sepatu adalah kegiatan yang berguna untuk melatih kemampuan motorik halusnya dan kemampuan survival di kehiduapannya kelak. Berkaca dari hal tersebut, menjadi penting untuk Mom mengenalkan aktivitas praktis dalam kehidupan sehari-hari yaitu menalikan tali sepatu pada si kecil.

Suatu saat kemampuan menalikan tali sepatu berguna ketika si kecil harus mengikat tali sepatunya sendiri atau ingin membuat simpul. Jika sudah terbiasa bermain menalikan tali sepatu, niscaya si kecil mampu mengikatkan tali sepatunya sendiri. Untuk memudahkan si kecil, mari kita belajar bersama-sama menalikan sepatu-sepatu mungil gemas ini.

Pola Sepatu 1 – Bermain edukasi anak menalikan sepatu

Continue reading “Bermain Menalikan Tali Sepatu”

Cara Mudah Membuat Janji Secara Tertulis

” Integrity is conforming reality to our words in other words, keeping promises and fulfilling expectations. ” – Stephen Covey

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat seperti hendak memberi, menolong, datang dan bertemu. Saat si kecil beranjak dewasa, akan ada waktunya si kecil harus membuat janji temudengan seseorang, entah itu dokter, atasan atau dosen. Cara membuat janji dengan orang yang lebih tua atau memiliki jabatan lebih tinggi pastinya berbeda dengan cara membuat janji untuk teman.

Penggunaaan bahasa dalam membuat janji harus diperhatikan. Si kecil perlu belajar hal ini agar ia tidak salah dalam menempatkan kata demi kata sehingga kalimat janjinya pun sesuai dan pastinya dapat ditepati. Penyampaian yang tepat akan menghasilkan tindakan akurat karena tidak ada salah persepsi. Lalu, bagaimana cara menyampaikan tujuan si kecil melalui media tulis atau media lisan kepada orang-orang tersebut? Continue reading “Cara Mudah Membuat Janji Secara Tertulis”

6 Kata-kata yang Penting untuk Diucapkan Anak

” Simple things are the most valuable and only wise people appreciate them”. Paulo Coelho

Tahukah Mom, bahwa setiap anak dibekali dengan kemampuan untuk bersosialisasi sejak lahir. Tugas Mom dan orang dewasa adalah mengarahkan kemampuan si keciltersebut ke bentuk yang diterima oleh masyarakat sekitar tempat si kecil tinggal. Bentuk tersebut bisa melalui bahasa, kata-kata yang pantas dan sopan, serta gestur tubuh. Nah, mumpung ini adalah masa liburan dimana si kecil akan banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang lain, ada baiknya Mom mulai mengajari sedikit demi sedikit kata-kata sederhana berikut ini. Continue reading “6 Kata-kata yang Penting untuk Diucapkan Anak”

Pejuang Lalu Lintas

Lalu lintas kok diperjuangkan?

Sebelum membahas ke arah tersebut, yuk Mom kita cermati pengertian lalu lintas di dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009! Lalu lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan, sedangkan yang dimaksud dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Sekarang ini kondisi lalu lintas terkadang tidak menentu apalagi bagi Mom yang hidup di ibukota dan kota-kota besar. Beberapa orang pengguna lalu lintas sering kali tidak menaati peraturan lalu lintas dan tidak menjaga jarak aman dalam berkendara sehingga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Padahal menjaga jarak aman berkendara sudah seharusnya dipahami dan diterapkan oleh seluruh pengendara. Peraturan mengenai jaga jarak antara kendaraan sudah diatur di dalam pasal 62 PP No. 43 tahun 1993 tentang Tata Cara Berlalu Lintas. Berdasarkan peraturan tersebut para pengendara diwajibkan untuk menjaga jarak dengan mobil atau motor yang berada di depannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Sayangnya jangankan menjaga jarak aman, menaati rambu lalu lintas saja seringkali dilalaikan. Pantas saja data dari Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa 90 persen kecelakaan di lalu lintas disebabkan oleh kesalahan manusia.

Mom, yuk mulailah jadi pribadi yang peduli akan keselamatan berlalu lintas dengan menaati rambu-rambu lalu lintas ketika berkendara dan tanamkan juga sikap tersebut kepada si kecil. Ini penting diajarkan Mom dan dapat diterapkan ketika berkendara dengan si kecil kelak saat ia sudah dewasa dan memenuhi syarat berkendara si kecil akan terbiasa mengikuti aturan rambu lalu lintas. Tentu saja masa dimana si kecil sudah memenuhi usia berkendara harus sesuai dengan persyaratan berkendara yang ditentukan oleh pihak berwenang ya Mom, karena bila berkendara di bawah batas umur akan membahayakan si kecil sendiri maupun orang lain.

Terkait dengan rambu-rambu lalu lintas tersebut, kali ini SahabatCeri akan mengajak Mom dan si kecil bermain bersama yaitu permainan “pejuang lalu lintas”. Agar lebih seru, permainan ini sebaiknya dimainkan bersama-sama! Ikuti langkah-langkah di bawah ini ya, Mom! Continue reading “Pejuang Lalu Lintas”

Anak Berani Berkata Tidak

” Perbedaan orang sukses dan sangat sukses adalah,  orang yang sangat sukses akan berkata tidak pada hampir apapun.” –Warren Buffett

Ingin mencetak anak yang sangat sukses?

Bentuklah dahulu pribadinya menjadi anak yang berani berkata tidak, karena mengatakan tidak akan membawanya pada puncak kesuksesan. Mom harus menjadi teladan agar anak berani berkata tidak. Ada kalanya Mom sendiri merasakan sulitnya mengucapkan kata tidak ketika berhadapan dengan orang-orang yang misalnya memiliki jabatan lebih tinggi, memiliki kekuasaan lebih tinggi atau hanya karena Mom sudah sangat mengenal orang tersebut. Apalagi di budaya timur seperti Indonesia yang menjunjung tata krama. Sekalipun sebenarnya Mom ingin mengatakan tidak tetapi karena rasa tidak enak, maka Mom mengiyakan. Hal ini sebaiknya jangan sampai diregenerasikan pada anak.

Anak penurut tak selalu baik Mom. Ada kalanya Mom mengatakan bahwa si kecil harus menuruti guru di sekolah, menuruti kata kakek atau nenek, atau bahkan menuruti kata pelatih. Tapi sadarkah Mom bahwa guru, kakek atau nenek dan pelatih juga hanya manusia yang kadang bisa melakukan kesalahan. Dalam proses menuju dewasa atau tahap remaja, anak-anak juga akan mendapatkan banyak masukan dari teman-temannya atau media. Disinilah terlihat kemampuan anak berkata tidak pada hal-hal yang tidak seharusnya ia lakukan. Mom perlu melindungi dan mencegah kejadian buruk menimpa yang menimpa anak akibat tidak berani berkata tidak dengan memberdayakan anak itu sendiri. Mom juga tidak bisa selalu ada bersama anak selama 24 jam. Continue reading “Anak Berani Berkata Tidak”

Membatik Lucu Pada Tisu Untuk Anak

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan sejenis lilin pada kain, kemudian diproses dengan cara tertentu sehingga menghasilkan gambar dan warna yang khas.Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia. Pada hari Jumat, 2 Oktober 2009, batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya tak-benda warisan manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity).Proses penetapan batik Indonesia sebagai warisan yagn diakui dunia internasional memakan waktu cukup panjang. Diawali dengan proses pengajuan pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.

Melihat histori pengukuhan batik sebagai warisan kekayaan budaya bangsa tersebut sudah sepatutnya kita bangga akan batik Indonesia. Batik juga mengandung sejarah dan nilai-nilai tradisi dari bangsa Indonesia yang sangat berharga. Nilai seni tinggi pun terdapat pada batik yang saat ini digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi, tidak terbatas pada acara formal saja. Proses membuat batik yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran membuat batik bernilai semakin tinggi. SahabatCeri akan membahas sedikit tentang membatik untuk menambah pengetahuan Mom dan si kecil sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk turut serta melestarikan batik Indonesia.

Membatik adalah teknik menggambar diatas kain dan memanfaatkan lilin sebagai bahannya dan canting sebagai alat untuk membuatnya.Dalam bahasa Jawa, membatik berasal dari kata yaitu amba dan titik. Amba berarti menulis dan titik adalah teknik pewarnaan yang menggunakan malam dengan cara di titik-titik. Menurut cerita sejarah, keberadaan batik sudah dikenal pada abad ke 17 dan pada saat itu batik mulai dikembangkan lebih luas. Pada abad ke 17 nenek moyang kita telah mulai membatik pada daun lontar dengan corak berupa simbol tanaman dan binatang.Pada zaman modern ini membatik dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu batik tulis, cap, dan print.

Tradisi membatik ini telah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.Makna-makna simbolik dalam pewarnaan dan pemilihan corak pun sangat menarik untuk dipelajari, Mom. Seorang istri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Akie Abe sangat tertarik dan mengagumi batik, bahkan menyempatkan diri belajar membatik. Nah, Mom ajak si kecil untuk membatik, yuk! Tentu saja melalui cara yang lebih sederhana dan mudah sederhana yaitu membatik pada kertas tisu. Berikut cara membuatnya: Continue reading “Membatik Lucu Pada Tisu Untuk Anak”

Pejuang Sampah

“If people destroy something replaceable made by mankind, they are called vandals; if they destroy something irreplaceable made by God, they are called developers. J. Krutch”

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan. Volume sampah di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya angka kepadatan penduduk serta keterbatasan lahan untuk menampung sisa konsumsi masyarakat. Hal ini menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa total sampah di Indonesia telah mencapai 187,2 juta ton per tahun.

Sayangnya peningkatan volume sampah tersebut tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar, bahkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih dikatakan rendah. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hanya 57 persen. Angka tersebut mengindikasikan masyarakat belum berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti hemat listrik, air, kertas, menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik, kendaraan bermotor, menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) untuk meminimalkan sampah, yaitu reuse atau menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan, reduce atau mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, serta recycle atau melakukan daur ulang sampah agar dapat digunakan kembali.

Sehubungan dengan hal di atas, perlu nih Mommengajarkan anak untuk menjadi proaktif menyelamatkan lingkungan dengan menjadi “pejuang sampah”. Tumbuhkan semangat cinta lingkungan kepada si kecil melalui aktivitas permainan pejuang sampah berikut ini:

  1. Cetak jenis-jenis sampah yang tersedia pada lembaran aktivitas sekaligus dengan tempat sampahnya di sini. Tempat sampah kuning untuk sampah-sampah kaleng, tempat sampah merah untuk sampah-sampah plastik, lalu tempat sampah hijau untuk tempat sampah makanan.

    Anak Pejuang Sampah: Jenis-Jenis Sampah
  2. Gunting gambar-gambar sampah yang disediakan, lalu minta si kecil memasukkan ke tempat sampah yang sesuai.

    Anak Pejuang Sampah: 3 Jenis Tempat Sampah
  3. Rekatkan sampah pada tempat sampah dari tempat yang telah disediakan.

SahabatCERI berharap permainan edukatif ini tidak hanya berakhir disini ya, Mom, tapi terapkan juga dalam kehidupan sehari-hari si kecil. Selain itu, Mom jangan lupa selalu memberi teladan dengan melakukan tindakan yang menujukkan sikap kepedulian terhadap lingkungan. Si kecil dari orangtua yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan akan cenderung melakukan hal yang sama. Si kecil menjadi pribadi yang peduli dan cerdas, lingkungan pun sehat, dambaan kita semua! Selamat mencoba!

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Kecil-Kecil Mengajar dan Berbagi Ilmu

Karena mengajar bukan saja tanggungjawab guru, namun setiap orang berilmu.

Mengajar pada umumnya adalah tugas seorang guru, meskipun saat ini tidak semua guru menjalankan fungsinya sebagai mana mestinya seperti yang dilansir oleh www.detik.com. Sejatinya mengajar bukan saja tanggungjawab guru, namun setiap orang berilmu. Bicara ilmu, kita mengetahui dengan pasti setiap orang pasti memiliki ilmu-ilmu tertentu yang dapat dibagikan untuk kebaikan sesama. Berbagai ilmu pun dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk si kecil.

Si kecil akan belajar banyak ketika ia membagikan ilmunya. Ini adalah langkah awal untuknya memperjuangkan pendidikan di Indonesia. Sebelum eksekusi pada tindakan mengajar, Mom dapat mengajarkan ia arti penting pendidikan bagi masa depannya maupun bangsa. Pendidikan di Indonesia adalah harga mahal yang telah dibayar lunas oleh para pahlawan.

Ada banyak para pahlawan yang bergerak dalam bidang pendidikan sebut saja Ki Hajar Dewantara yang terkenal dengan tiga semboyan pentingnya yaitu ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi contoh),  ing madya mangunkarsa (di tengah memberi semangat), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Selain Ki Hajar Dewantara, ada juga Raden Ajeng (R.A.) Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, dan KH. Wahid Hasyim.

Nah, Mom ajak si kecil ikut memperjuangkan pendidikan di Indonesia melalui ilmu yang telah ia punya. Jelaskan padanya bahwa bukan hanya para pahlawan atau guru saja yang bisa dikategorikan sebagai salah satu pejuang pendidikan, melainkan semua orang bisa menjadi pejuang pendidikan. Selama mereka memberikan ilmu yang dimiliki (ilmu yang baik ya Mom) baik itu ilmu yang terlihat sederhana seperti sopan santun sampai yang terlihat rumit seperti kimia, mereka bisa dikatakan sebagai pejuang pendidikan. Yuk Mom, kita ajak si kecil menjadi pejuang pendidikan.

Bagaimana caranya? Continue reading “Kecil-Kecil Mengajar dan Berbagi Ilmu”