Bahasa Asing untuk Balita? Kenapa Tidak?

Komunikasi adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang dalam kehidupannya. Berkomunikasi membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik sehingga tidak menimbulkan suasana canggung atau kesalahpahaman bahkan tidak memahami isi pembicaraan dengan orang lain. Bahasa juga merupakan sarana penting untuk berkomunikasi dengan orang-orang di berbagai belahan dunia. Kemampuan berbahasa juga memberikan kesempatan untuk berempati satu sama lain sehingga sangat baik bagi setiap pribadi untuk mempelajari beberapa bahasa.

Dalam buku The Bilingual Advantage karangan Ellen Bialystok, dituliskan bahwa belajar banyak bahasa dapat meningkatkan fungsi otak yang dapat membantu otak dalam memecahkan masalah dan melakukan beberapa tugas bersamaan. Belajar bahasa asing juga bisa mengajarkan toleransi serta membuat seseorang memahami perbedaan budaya dan sudut pandang orang lain. Sebuah studi yang dilakukan oleh dua psikolog, yakni Paula Rubio-Fernandez dan Sam Glucksber di Princeton University, mengungkapkan bahwa seseorang yang bisa berbahasa asing pada umumnya memiliki ego yang lebih rendah dan toleransi yang lebih tinggi daripada yang tidak bisa.

Oleh karena berbagai hal postif di atas, Mom rasanya cukup perlu untuk mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak. Hal ini sejalan lurus dengan pernyataan Dr. Yvonne Freeman, seorang profesor Bilingual Education dari Amerika. Beliau  menyatakan bahwa mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak adalah hal yang penting.  Mengingat usia anak merupakan periode emas otak, dimana anak bisa menyerap dan mengingat banyak hal dan kemampuan termasuk kemampuan berbahasa, si Kecil lebih mudah mempelajari bahasa asing daripada kita orang dewasa. 

Mendengarkan radio atau televisi dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan bahasa asing.

Di samping itu, mempelajari bahasa asing terbukti menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak yaitu dapat merangsang kreativitas si kecil , bahkan bisa meningkatkan aktivitas neuron di otaknya sehingga ia lebih mampu berkonsentrasi ketimbang mereka yang hanya mampu berkomunikasi melalui satu bahasa. Nah, bagaimanan caranya ya, yang paling efektif dan mudah bagi si kecil supaya ia dapat mempelajari bahasa asing? Berikut beberapa cara yang bisa Mom coba:

1. Berikan input audio yang memadai pada usia emas si kecil.

Saat si kecil berusia 2-6tahun, mereka bisa mempelajari sekitar 10 kata baru tiap harinya. Mom bisa ajak si kecil bernyanyi atau membaca. Anak-anak, khususnya di usia 2-3 tahun, tidak hanya mampu menangkap pola kalimat yang pernah didengarnya sejak lahir, namun ia juga sedang merekam dan menyimpan untuk meningkatkan jumlah kosa-katanya.

2. Menggunakan alat peraga Flash Card.

Agar pembelajaran kontekstual mudah dipahami, ajaklah si kecil memainkan permainan yang merangsang kemampuannya untuk menggunakan bahasa. Misalnya dengan permainan Flash Card seperti yang pernah SahabatCeri tuliskan, yaitu Bermain Flash Card Anggota Tubuh.

3. Berikan pujian dan hindari memberikan komentar negatif.

Dan yang terpenting, ketika si kecil melakukan kesalahan, hindari memberikan komentar negatif bahkan hukuman yang membuat si kecil tidak mau lagi melakukan kesalahan. Si kecil memiliki cara yang berbeda dengan orang dewasa ketika mempelajari bahasa asing. Yang terbaik dalam memotivasinya adalah memulai dengan membangun rasa kepercayaan dirinya dengan memberikan pujian terhadap setiap proses dan kemajuan yang dicapainya.

4. Menggunakan bahasa dalam interaksi secara langsung.

Menurut Psikolog, Anna Surti Ariani, S.Psi, si kecil yang dilibatkan langsung dalam konteks berbahasa, akan lebih cepat menguasai bahasa tersebut. Hal ini berlaku untuk bahasa kedua, ketiga, atau keempat, dan seterusnya. Caranya cukup dengan mengajak si kecil berinteraksi dengan menggunakan bahasa tersebut. Istilahnya sink and swim, hal itu berarti Mom dan Daddy juga dapat menjadi tokoh aktif yang berperan mengajarkan bahasa asing dan berbicara dalam bahasa asing tersebut kepada si kecil. Hal inilah yang dilakukan oleh orang tua dari seorang balita Rusia bernama Bella Devyatkina. Dalam usianya yang baru 4 tahun, Bella telah menguasai tujuh bahasa karena sering berinteraksi dengan orang dari negara lain (native).

So, tunggu apalagi, Mom? Ayo agendakan waktu khusus berbahasa asing dengan si kecil. Pastikan juga pengenalan bahasa asing tersebut dilakukan secara tepat agar ia dapat menguasai beberapa bahasa asing tanpa harus merasa tertekan seperti Bella. Ajarkan secara bertahap dan tidak memaksa ya, Mom! Jangan lupa selalu berikan apresiasi positif kepada si kecil sehingga ia pun selalu merasa termotivasi.

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *