Berenang dengan Balita? Berikut Tips-nya supaya Aman

Berenang adalah aktivitas olahraga di dalam air yang menyehatkan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa berenang memiliki manfaat seperti meregangkan tulang belakang, melatih otot-otot di dalam tubuh, melatih kardio, mempercepat proses pembakaran lemak, membentuk perut dan menjaga tekanan darah. Aktivitas ini pun tidak terbatas dilakukan oleh orang dewasa, bayi pun dapat diajak untuk berenang.

Penelitian dari University of Science and Technology (NTNU) menunjukkan bahwa dengan mengajak bayi berenang, Mom dapat melatih keseimbangan bayi, memperkuat kemampuannya untuk mengengam, meningkatkan rasa percaya diri, memperkenalkan pola hidup sehat, memperkuat ikatan Mom dan bayi, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan meningkatkan kualitas tidurnya.

Sebagai bahan pertimbangan, Mom dapat mengajak bayi berenang pada usia 4-6 bulan ke atas. Sebenarnya sejak lahir bayi sudah bisa diajak berenang, namun berdasarkan rekomendasi para ahli 4-6 bulan adalah waktu terbaik. Bayi yang berumur 4-6 bulan secara alami menunjukkan gerakan reflek seperti menghentakan kaki dan mengepakkan tangannya ketika di dalam air. Tapi ini bukan berarti mereka sudah bisa berenang ya, Mom, karena bayi belumlah sanggup menahan napas di dalam air terlalu lama dan akan sangat berbahaya jika mereka menelan air kolam terlalu banyak.

Tips-tips untuk mengajak bayi berenang secara aman.

Adapun gerakan-gerakan yang bisa Mom aplikasikan ketika mengajak bayi bermain di kolam adalah seperti memercikan air kolam renang ke tubuhnya secara halus agar ia beradaptasi dengan air, kemudian gerakan menendang, menarik kaki, mulut meniup-niup gelembung udara, meluncur dan mengapungkannya di air dalam posisi telentang.

Nah, sebelum Mom bergegas membawa si kecil menuju kolam renang, berikut SahabatCeri rangkumkan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan si kecil:

1. Siapkan fisik bayi.

Bayi harus dalam kondisi benar-benar sehat ketika diajak berenang. Jangan sampai hanya ingin mengajaknya berenang malah membuatnya sakit atau semakin sakit jika sebelumnya tidak terlalu sehat ya, Mom!

2. Ingat waktu. Jangan biarkan bayi terlalu lama dalam air.

Idealnya aktivitas bermain air pada bayi sekitar 20-25 menit per hari dengan frekuensi lima kali dalam seminggu atau 15-20 menit per hari dengan frekuensi setiap hari dalam seminggu. Hindari aktivitas di air lebih dari 30 menit karena dapat meningkatkan risiko hipotermia (kedinginan) pada bayi.

3. Awasi bayi saat berenang.

Mom tentu perlu mengawasi dan menampingi bayi selama berenang. Pastikan keselamatan bayi ya, Mom!

Pastikan bayi telah mengenakan pengaman yang sesuai seperti kacamata, rompi, pelampung, baju renang, dan gunakan juga tabir surya (sunblock) khusus bayi jika melakukan kegiatan ini di siang hari dan di tempat yang langsung terpapar sinar matahari.

4. Pastikan kebersihan lingkungan.

Oya, Mom juga harus memastikan kondisi kolam renang untuk keamanan dan kenyamanan bayi. Kolam renang yang baik untuk bayi ditandai dengan lingkungan kolam termonitor. Kadar klorin yang terkandung di dalamnya antara 2,0 sampai 4,0 ppm (sesuai rekomendasi American Chemistry Council). Selain itu, suhu air kolam cukup hangat dan tidak terlalu ramai.

Selamat berenang bersama bayi tercinta, Mom!

Bagikan pengalaman Mom bersama si kecil dengan mengunggah foto kebersamaan Mom bersama si kecil saat melakukan aktivitas-aktivitas bersama si kecil di Instagram, lalu tag ke akun kami  @ceri_id, ya!

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati, seperti Berkreasi dengan Batik Cap Daun dan lainnya. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *