Siaga saat Listrik Padam

Pemadaman listrik secara tiba-tiba atau biasa kita sebut mati lampu adalah hal yang mungkin pernah Mom atau si kecil alami ketika berada di rumah. Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkadang harus memadamkan listrik karena masalah-masalah tertentu seperti human error, internal error dan external error yang membuat terjadinya hubungan singkat arus listrik (korsleting), beban lebih, tegangan berlebih, serta gangguan stabilitas. Padahal listrik merupakan kebutuhan semua orang dan jika malam tiba semua pasti ingin menyalakan lampu untuk berbagai keperluan seperti sekadar sebagai penerangan belajar bagi si kecil. Sebenarnya mati lampu merupakan perkara sederhana terlebih jika Mom memiliki generator & peralatan listrik portabel atau genset d rumah. Namun terkadang pemadanan di malam hari membuat si kecil terkejut dan menjadi pengalaman traumatis baginya.

Nah, Mom, terkait dengan mati lampu tiba-tiba, si kecil perlu di edukasi agar ia memahami bahwa kejadian tersebut adalah hal yang wajar dan harus siaga menghadapinya, apalagi tatkala hal itu terjadi, si kecil sedang sendirian di rumah. Berikut tips dari SahabatCeri untuk mengahadapinya:

Langkah Cermat dalam Menghadapi Pemadaman Listrik

1. Tetap tenang, cek saklar lampu.
2. Cek meteran listrik dan lingkungan sekitar.

Jika posisi meteran cukup tinggi sehingga anak tidak sanggup melihat angka yang tertera (1 = listrik menyala, 0 = listrik mati), suruhlah anak melihat rumah sekitar. Jika lampu di rumah-rumah sekitar juga padam, berarti ada pemadaman listrik untuk wilayah daerah sekitar rumahmu. Pemadaman bisa berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam.

Jika ternyata pemadaman hanya terjadi di rumah, berarti ada jaringan yang konslet. Lebih baik diamkan saja, sampai ada orang dewasa di rumah.

3. Cari benda yang bisa menerangimu, misalnya senter.

Senter lebih dianjurkan karena lebih aman ketimbang lilin. Jadi pastikan untuk selalu menyimpan senter di tempat tertentu dan yang terpenting bisa dijangkau oleh si kecil.

Jika Mom berada di rumah sebaiknya temani si kecil di saat lampu mati. Tetap dampingi anak dalam kegelapan agar ia tetap merasa aman bersama Mom. Supaya keadaan mati lampu tidak menjadi menakutkan bagi si kecil, Mom bisa menciptakan suasana yang menyenangkan walaupun dalam keadaan gelap. Buat si kecil selalu tertawa dengan cerita dongeng yang lucu atau bermain bayangan dengan menggunakan tangan dan lampu senter seperti gambar tutorial di bawah ini.

Bermain bayangan menggunakan tangan. Sumber: Handimania

Oya, Mom jika usia anak cukup besar (sekitar 8-12 tahun), Mom juga dapat mengajarkan bagaimana cara menyalakan lilin namun tetap diperhatikan keamanannya, agar tidak terjadi kebakaran. Dengan berbekal pengetahuan tersebut dalam mati lampu, si kecil tidak lagi panik dan bisa tenang akhirnya.

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *