Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 3

Berdasarkan riset yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia, 80 persen dari 88,1 juta orang pengguna internet di Indonesia pada 2015 merupakan generasi digital. Berkenaan degan hal itu, setelah membahas Panduan Dunia Digital Untuk Si Kecil Part 1 & 2 (link), SahabatCeri akan membahas panduan digital untuk si kecil yang berusia 8-12 tahun.

Si kecil yang hidup di dunia digital memiliki ciri-ciri seperti senang membuat identitas diri di media sosial facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Selain itu generasi ini juga tidak menutup privasi, lebih terbuka, cenderung suka blak-blakan, berpikir lebih agresif, terkenal dengan kebebasan berekspresi yang tidak suka di atur atau di kekang serta memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya karena segala informasi ada di ujung jari mereka.

Siapkah Anda melepas si Kecil mengakses dunia tanpa batas?

Anak-anak Mom yang sudah memasuki usia 8-12 tahun termasuk bagian dari generasi digital ini, membuat Mom harus memberikan panduan agar anak-anak tidak salah jalan. Mereka butuh penanganan yang berbeda saat mereka berinteraksi dengan media digital. Berikut adalah panduannya Mom:

1. Buatlah kesepakatan antara orang tua dan si kecil dalam perihal penggunaan media digital.

Mom boleh mengizinkan anak bermain handphone, ketika ia sudah selesai mengerjakan tugas sekolah dengan batasan durasi bermain, misalnya satu jam saja.

2. Manfaatkan program yang menstimulus kreativitas/imajinasi si kecil seperti mewarnai secara digital.
3. Lanjutkan diskusi tentang hal baik dan buruk dari tokoh favorit si kecil.
4. Yang tak kalah penting, diskusikan juga hal-hal terkait peran lelaki dan perempuan.
5. Hindari tayangan yang menampilkan agresitivitas, antisosial dan perilaku negatiflainnya.
6. Berikan pemahaman tentang anggota tubuh melalui lelucon.
7. Hindari tayangan iklan yang berlebihan apalagi yang menampilkan pola hidup tak sehat.
8. Hindari tayangan atau iklan rokok.

 

Selain hal-hal di atas, hal terpenting yaitu Mom harus menjadi contoh serta melibatkan si kecil sebagai partner dalam membuat keputusan akses media digital. Semangat memberikan literasi digital kepada si kecil ya, Mom!

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *