Panduan Anak Hidup di Dunia Digital – Bagian 1

Perkembangan dunia digital yang semakin meluas, sedikit banyak pasti berimbas padaperkembangan anak-anak sebagai generasi digital atau digital natives.Generasi digital adalah mereka yang tumbuh dalam kemudahan akses informasi digital dan teknologi informasi. Generasi ini sering terkena dampak negatif akibat pola penggunaan teknologi yang salah. Beberapa dampak negatif dunia digital terhadap anak-anak misalnya kehilangan kesempatan bersosialisasi, terpapar perilaku asosial, amoral, serta bertambahnya sikap agresif yang kurang baik.

Siapkah anak Anda hidup di dunia digital?

Nah, untuk mengurangi dampak negatif dari dunia digital terhadap perkembangan si kecil ada beberapa hal yang harus Mom perhatikan untuk si kecil yang berusia 1-3 tahun:

1. Batasan waktu dalam memainkan gawai (gadget).

Sebaiknya anak-anak usia 1-3 tahun tak perlu bermain gadget. Sebagai perbandingan, Bill Gates, seorang ahli teknologi saja tidak memperbolehkan anaknya memiliki ponsel pintar atau gadget sebelum usianya 14 tahun. Namunjika Mom tetap ingin memberi anak bermain gadget, berikan batasan waktu 1 jam saja untuk anak-anak usia 1-3 tahun.

2. Sasaran penggunaan gawai (gadget) adalah untuk menambah kosakata, angka dan lagu.

Pastikan bahwa penggunaan gadget adalah untuk perkembangan kecerdasan otak anak.

3. Membantu anak meningkatkan perilaku sosial.

Mom dapat mengajak anak untuk menyaksikan video yang berisi nilai-nilai kehidupan seperti kerja sama, simpati dan kasih agar ia nantinya dapat meniru perilaku sosial yang baik.

4. Mengajak si kecil belajar keanekaragaman.

Mom dapat juga memperkenalkan si kecil tentang keanekeragaman budaya Indonesia maupun negara-negara lain.

5. Hindari tayangan kekerasan dan seksualitas.
6. Hindari konten yang menakutkan.
7. Hindari konten atau tayangan yang menggunakan bahasa tidak senonoh.
8. Hindari konten iklan tidak sesuai untuk konsumsi anak.
9. Selalu dampingi si kecil saat mengakses berbagai konten digital.

Pengawasan orangtua adalah wajib hukumnya karena kita tak pernah tahu apa yang akan di klik secara tidak sengaja oleh anak ketika membuka gadget.

10. Hindari peran media sebagai pengganti orang tua.

Mom harus tetap memastikan anak-anak merasakan kasih Mom secara nyata. Ada human touch yang aktif antara Mom dan anak. Bukan interaksi anak dan media, melainkan interaksi Mom dan anak lah yang harus dibangun.

 

Oya, Mom pada usia 1-3 tahun ini,Mom hanya sebatas memperkenalkan gadget saja untuk fungsi bentuk, warna atau suara yang dihasilkannya sehingga merangsang kemampuan visual dan pendengaran anak. Jangan lebih dari itu ya, Mom! Berikan literasi digital sesuai porsi usia anak dan untuk mengetahui panduan penggunaan media digital di usia anak-anak lainnya,Ikuti teruspostingan SahabatCeri ya Mom! Jangan lupa terapkan juga tips sederhana dalam menghadapi era serba digital seperti yang telah SahabatCeri bahas di artikel sebelumnya “Generasi Era Digital”

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *