Pejuang Sampah

“If people destroy something replaceable made by mankind, they are called vandals; if they destroy something irreplaceable made by God, they are called developers. J. Krutch”

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan. Volume sampah di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya angka kepadatan penduduk serta keterbatasan lahan untuk menampung sisa konsumsi masyarakat. Hal ini menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa total sampah di Indonesia telah mencapai 187,2 juta ton per tahun.

Sayangnya peningkatan volume sampah tersebut tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar, bahkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih dikatakan rendah. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hanya 57 persen. Angka tersebut mengindikasikan masyarakat belum berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti hemat listrik, air, kertas, menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik, kendaraan bermotor, menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) untuk meminimalkan sampah, yaitu reuse atau menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan, reduce atau mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, serta recycle atau melakukan daur ulang sampah agar dapat digunakan kembali.

Sehubungan dengan hal di atas, perlu nih Mommengajarkan anak untuk menjadi proaktif menyelamatkan lingkungan dengan menjadi “pejuang sampah”. Tumbuhkan semangat cinta lingkungan kepada si kecil melalui aktivitas permainan pejuang sampah berikut ini:

  1. Cetak jenis-jenis sampah yang tersedia pada lembaran aktivitas sekaligus dengan tempat sampahnya di sini. Tempat sampah kuning untuk sampah-sampah kaleng, tempat sampah merah untuk sampah-sampah plastik, lalu tempat sampah hijau untuk tempat sampah makanan.

    Anak Pejuang Sampah: Jenis-Jenis Sampah

  2. Gunting gambar-gambar sampah yang disediakan, lalu minta si kecil memasukkan ke tempat sampah yang sesuai.

    Anak Pejuang Sampah: 3 Jenis Tempat Sampah

  3. Rekatkan sampah pada tempat sampah dari tempat yang telah disediakan.

SahabatCERI berharap permainan edukatif ini tidak hanya berakhir disini ya, Mom, tapi terapkan juga dalam kehidupan sehari-hari si kecil. Selain itu, Mom jangan lupa selalu memberi teladan dengan melakukan tindakan yang menujukkan sikap kepedulian terhadap lingkungan. Si kecil dari orangtua yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan akan cenderung melakukan hal yang sama. Si kecil menjadi pribadi yang peduli dan cerdas, lingkungan pun sehat, dambaan kita semua! Selamat mencoba!

Bagikan pengalaman inspirasi Mom kepada kami! Follow dan tag foto Mom dan si Kecil ke akun Instagram kami @ceri_id! Siapa tahu pengalaman Mom bersama si Kecil dapat menginspirasi SahabatCeri dan banyak Mom lainnya. 

Pantau terus dan Blog Ceri untuk tips parenting atau kegiatan lainnya bersama si buah hati. Mom juga dapat mengunduh aplikasi dan lembar kegiatan melalui smartphone atau gadget Mom untuk menemani bermain si Kecil di Website CERI . See you on the next article! Be the happiest Mom of the happiest children!

One Reply to “Pejuang Sampah”

  1. Bagaimana caranya agar anak – anak tetap untuk bisa menjadi proaktif menyelamatkan lingkungan hingga ia tumbuh dewasa nanti? Mengingat banyaknya kebiasaan anak kecil yang tidak terbawa hingga ia dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *